Menjadi seorang guru adalah sebuah pilihan yang tentu akan menuntut kesiapan dan kesanggupan dalam pelaksanaanya. Menjadi guru tidaklah mudah, ada banyak syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi, di antaranya adalah sifat sabar, penyayang, berjiwa pendidik, mampu menguasai materi, mampu mengelola kelas, dan terlebih lagi adalah siap menjadi orang yang bisa “di GUgu dan di tiRU”. Menjadi guru tidak hanya berhenti ketika jam aktif KBM selesai, tidak rampung ketika seorang guru keluar dari gerbang sekolah tempatnya mengajar, tapi dimanapun tempatnya dan sepanjang waktu jam kerja guru selalu berlaku. Bagaimana aktivitas kesehariannya adalah cerminan dari akhlak muridnya.
Kenand Athariz Khalief (Kelas 5 SD), berhasil melampui capaian target yang ditetapkan oleh kabupaten dengan berhasil menjadi juara 2 tingkat provinsi untuk cabang lomba Festival Tunas Bahasa Ibu untuk cabang "lomba nembang mocopat". Ini menjadi pencapaian yang sangat luar biasa, dikarenakan, baru pada tahun ini kami bisa menembus juara dilevel provinsi. Dahulu pernah ada, tapi blm sampai pada meraih juara. Ini merupakan kesyukuran yang luar biasa untuk kami, segenap guru dan siswa di sekolah. Pencapaian luar biasa ini, tentu tanpa terlepas dari peran dan kolaborasi seluruh unsur. Mulai dari guru, murid, orangtua, dinas pendidikan dan unsur eksternal yang ikut membantu agar siswa tersebut mendapatkan juara. Kedepan dengan berbekal pengalaman di tingkat provinsi ini akan menjadi pelecut untuk pada tahun yang akan datang bisa tampil lebih baik lagi dan maksimal.
Sesungguhnya manusia yang terlahir kedunia ini sudah mempunyai paket rizki masing-masing, tidak ada yang berkurang ataupun bertambah. Tugas kita hanya berikhtiar, dan bertaqwa kepada Allah SWT. Rizki tidak hanya berhenti dibilangan gaji, Rizki tidak hanya berhenti di besaranya keuntungan yang didapatkan, rizki tidak hanya berupa harta yang dimiliki. Tapi Rizki itu mempunyai makna yang luas.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda...